IBS Blog Networking

Islam Broadcasting System Content

Tampilkan postingan dengan label Sekadar Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekadar Nasihat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Oktober 2009

Pahala Menjaga Syahwat

Islam Broadcasting System





PERIHAL SYAHWAT


Bismillaahir rohmanir rohiim.
Assalamu’alaykum warohmatullahi wa barokaatu.


Ikhwaanii wa Akhwaatii rahiimakumullah…


Menyambung salah satu bentuk komunikasi yang terdapat di alamat : http://www.facebook.com/jeanny.muslimah?ref=profile#/photo.php?pid=30304131&id=1507628050&ref=mf adalah benar apa yang telah di sampaikan oleh saudara-saudarku di sana. Dan sedikit tambahan dariku selain dalil-dalil di bawah, yakni “Segala sesuatunya itu bergantung kepada niat dari diri kita masing-masing yang semoga selalu bertujuan baik, dan (TEPUK TANGAN) tentu tidak akan mengeluarkan suara apapun apabila hanya dilakukan oleh sebelah tangan.” Wallahua'lam bish-showab… Untuk itu simaklah catatkan beberapa dalil yang menjelaskan tentang “Pahala Menjaga Syahwat” di bawah ini…

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisaa’ {4}:31),

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mu’minuun {23}:5-7),

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nuur {24}:30-31),

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab {33}:35),

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naazi’aaat {79}: 40-41).


01. Sahl bin Sa’d meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang memelihara lidah dan kemaluannya, niscaya aku jamin surga baginya,” (HR. Bukhari).

02. Abu Musa meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang menjaga sesuatu ayang terdapat di antara dua rahang (lidah) dan kemaluannya, niscaya dia pasti masuk surga.” (HR. Abu Ya’la).
Diriwayatkan juga oleh ath-Thabrani dari Abu Rafi’, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang menjaga sesuatu yang terdapat di antara dua rahang (lidah) dan dua pahanya (kemaluan), niscaya dia masuk surga.”

03. ‘Ubadah bin ash-Shamit meriwayatkan, Rasulullah bersabda, “Jagalah enam perkara untukku, niscaya akan aku jamin surga bagimu, yaitu: berbicara jujur, menepati janji, menunaikan amanah, memelihara kemaluan, menundukkan pandangan, dan menahan tangan (dari mengambil yang bukan hak)” (HR. Ahmad).

04. Ibnu ‘Abbas meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Wahai pemuda Quraisy, jagalah kemaluan kalian. Kalian jangan berzina. Siapa saja yang menjaga kemaluannya, dia pasti masuk surga.” (HR. al-Hakim)
Hadits senada juga diriwayatkan oleh al-Baihaqi adalam salah satu riwayatnya, “ Wahai pemuda Quraisy, janganlah kalian berzina. Siapa saja yang selamat masa mudanya, niscaya dia akan masuk surga.”

05. Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah dalam naungan-Nya, pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya.” Rasulullah menyebutkan salah satunya, “Dan laki-laki yang di ajak berbuat keji oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan berparas cantik, maka laki-laki itu berkata, “Sesungguhnya aku takut kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).



Wahai saudara-saudariku yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala;
Adapun beberapa hadits lain yang menjelaskan surah An-Nuur {24}:30-31 tersebut di atas, sebagai berikut :

1. Mu’awiyah bin Haidah meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga golongan, yang mata mereka tidak akan pernah melihat neraka, yaitu: Mata yang knsisten di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang ditahan dari apa saja yang diharamkan oleh Allah.” (HR. ath-Thabrani).

2. Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Semua mata yang menangis pada hari Kiamat, kecuali amata yang dikendalikan dan dipelihara dari segala ayang diharamkan Allah, mata yang begadang di jalan Allah, dan mata yang mengeluarkan air seperti kepala lalat (berlinang) karena takut kepada Allah.” (HR. al-Ashbahani).

3. Abu Umamah meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Tidak seorang muslim pun yang memandang kecantikan seorang perempuan, kemudian dia menahan pendangannya, melainkan Allah akan menilai sebagai ibadah yang dapat dia rasakan kelezatannya dalam hatinya.” (HR. Ahmad).

Adapun tiga hadits tersebut di atas dinyatakan sebagai hadits Dho’if (Lemah).

Subhanallah, “Wa qur rabbi adkhilni mudkhala sidqiw wa akhrijni mukhraja sidqiw waj’al li mil ladunka sultanan nasira.” (QS. 17:80).

Shadaqallaahul 'adzim ...


Barakallahu fiikum,
Wassalamu’alaykum wr.wb.
~Jeanny Dive~








Sumber : Al-Qur’an al-Kariim dan berbagai Kitab Hadits.

Note :)
Bagaimana apabila kita lebih menasehati seperti contoh gambar di bawah ini?

BERBOHONG (YANG) “BERLANJUT”

Islam Broadcasting System



BERBOHONG (YANG) “BERLANJUT”…


Bismillahir rohmanir rohiim.
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wa barokaatu…


Saudara-saudari Jean yang di sayang oleh Allah subhanahu wa ta’ala…


Ternyata catatan pendek sebelum ini, yang mengetengahkan “permasalahan” BOHONG dan BERBOHONG itu masih berlanjut. Salah satunya melalui argumentasi yang di sampaikan oleh akhi Joko Purnomo saudaraku rahimakumullaahi.

Afwan jiddan yaa akhi Joko kalau reply-nya Jean muat dalam catatan ini. Semoga dengan begini kita dapat mendiskusikannya dengan saudara-saudari yang lainnya. Jazakallah khoir…

Joko Purnomo : Saya sependapat dengan Akhi Abu. Suatu contoh, jika nanti Jean berumah tangga dan menyiapkan hidangan untuk suami (afwan, ternyata hidangan itu tidak enak) maka si suami boleh berbohong dengan mangatakan hidangannya enak tapi kok kurang asin ya bu...., coba bayangkan kalo si suami berkata jujur.

Suatu contoh lagi, jika kita mengetahui seseorang (Muslim) diburu oleh orang kafir misalnya hendak di tangkap dan dibunuh, ketika kita di tanya oleh para pemburu itu..., Apakah anda melihat seseorang yang berlari lewat sini? Maka anda boleh berbohong untuk menyelamatkan orang tersebut dengan mengatakan saya tidak melihatnya atau saya melihat dia lari kesana. (padahal orang tersebut ada di dalam rumah kita misalnya)

Bukankah semua itu BOHONG???


Jeanny Dive : Wahai saudara-saudariku yang dirahmati oleh Allah...

Yakinlah bahwa berbohong dan atau berbuat dosa itu, (biasanya) diawali dari sesuatu yang (dianggap) remeh atau kecil-kecilan, kemudian ia akan meningkat menjadi candu dan kebiasaan, sehingga dosisnya pun akan bertambah dari waktu ke waktu.

Analogi tentang (harus) berbohongnya seorang suami kepada istri, menurut Jean bukanlah solusi yang bijaksana, dan tidak pula akan memperbaiki hasil masakan dari si istri.

Mengapa HARUS berbohong? Bila hal itu tetap saja tidak akan membuat masakannya menjadi lezat? Bukankah masih banyak cara lain dalam menyatakan perihal yang sebenarnya? Yaa tentu saja tidak dengan cara yang kasar, dan tidak pula menyinggung perasaan satu dengan yang lainnya.

Apabila Jean dijadikan sebagai pembanding untuk masalah ini, sungguh dan insyaAllah aku takkan tersinggung apabila "siapapun" menyampaikan sesuatu yang memang benar adanya.

1. Bukankah Jean juga punya SELERA yang dapat membedakan antara enak dan tak enaknya suatu masakan..!? ^_^ Aneh bukan bila aku tidak bisa menelan masakan yang kubuat sendiri, lalu aku mengharap “suamiku” menyatakannya nikmat dan lezat?

2. Adalah ANGGAPAN yang keliru lagi menyesatkan, mendapati opini yang mengatakan bahwa “perempuan” itu senang dibohongi. Menurut Jean opini seperti itu merupakan “pinter-pinterannya” orang kafir untuk menipu akidah kita. Biasanya pendapat demikian itu di populerkan oleh berbagai media kafir yang kian subur di negeri ini. Kalau media itu berupa majalah, maka silakan temukan (semisal) di majalah Kosmopolitan dan lain sebagainya.

3. Afwan jiddan yaa… :) Apabila ada tipe lelaki yang punya mental seperti itu, terus terang Jean tidak akan pernah tertarik padanya, dan juga tidak ingin menikah dengan dirinya… ^_^

Satu hal lagi, mohon bedakan antara "berbohong" dengan "membela" segala sesuatu yang Haqq. Mendapati argumentasi di atas, bisa jadi engkau mengukur diri saat itu, dan merasa tak mampu membela saudaramu dengan jalan sungguh-sungguh berjihad (Qital) sebagaimana perintah Islam. (Dalil QS. Al-Baqarah {2}:193).

Nah dalam hal ini siapa sebenarnya yang berbohong dalam bohong...!?

Bukankah apabila dirimu mengetahui bahwa ketika orang Kafir memerangi diri ataupun saudaramu, maka dalam hal ini engkau wajib membalas perang mereka itu!? Tapi mengapa justru malah berbohong, dan sama-sama jadi pengecut seperti saudaramu yang lari itu… :P

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah {9}:14).

Kembali lagi kepada masalah berbohong, untuk apa berbohong bila Allah jalla wa ‘ala menjanjikan berbagai bentuk kemuliaan lewat kejujuran, sebagaimana firman-Nya: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah {99}:7).


Untuk itu marilah benar-benar sami’na wa atho’na kepada peringatan Allah ta'ala berikut ini: “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS. An-Nahl {16}:105).

Sungguh Mahabenar Allah dengan segala kehendak-Nya.


Barakallahu fiikum,
Wassalamu’alaykum wr.wb.
~Jeanny Dive~

Sabtu, 17 Oktober 2009

Setiap Muslim Wajib Mengikuti Syari’at

Islam Broadcasting System




Setiap Muslim Wajib Mengikuti Syari’at


(Formalisasi Syariah sebagai musuh nyata demokrasi), demikianlah salah satu tema acara Konferensi Tahunan Studi Islam ke-7 (Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) in Indonesia VII) yang tahun ini diselenggarakan di UIN Riau. Berikut wawancara arrahmah.com bersama Ust. Abu Jibriel tentang penentangan terhadap syari'ah.

Pertanyaan 1:

Formalization of Syariah as the Real Enemy of Democrasy = Formalisasi Syariah sebagai musuh nyata demokrasi, demikianlah salah satu tema acara Konferensi Tahunan Studi Islam ke-7 (Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) in Indonesia VII) yang tahun ini diselenggarakan di UIN Riau. Tema-tema lain senada dengan diatas, yakni mengusung paham liberalisme di bidang keagamaan, baik yang dipaparkan secara halus maupun kasar. Menurut Ustadz (Abu Muhammad Jibriel) , mengapa kalangan yang notabene dianggap paham islam ini justru phobia atau takut kepada penerapan syariat Islam?

Jawab:

Seorang muslim yang benar mesti akan mengikuti syari'at, karena jika Islam telah menjadi kepribadian dalam hidupnya maka tidak ada lagi yang lebih dicintainya selain Allah dan Rasulnya. Sebaliknya jika keislaman seseorang itu belum menjadi kepribadian dalam hidupnya, maka sudah tentu ada kemungkinan ia memilih selain daripada Islam dan pada tahapannya ia akan menolak syariat tersebut.

Adapun kalangan akademis yang berlaku demikian dapat disebabkan karena ilmu yang didapat bukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sehingga tidak menambah kebaikan kepada pemiliknya.

Rasulullah saw bersabda (yang artinya):

"Barangsiapa yang bertambah ilmunya tapi tidak menambah baginya petunjuk maka tidak menambah kecuali semakin jauh dari Allah."

Adapun hidayah itu ada dua, hidayah bayan dan hidayah taufik. Yaitu petunjuk berupa keterangan dan petunjuk berupa pelaksanaan. Adapun mereka yang tidak mendukung penegakan syariat padahal memiliki ilmu Islam masuk kedalam golongan yang hanya mendapat hidayatul bayan tetapi tidak mendapatkan hidayatuttaufiq ( petunjuk pelaksanaan). Penolakannya disebabkan terkena finah syahawat yang disebut ALWAHN yaitu fitnah hubbuddunia wa karahitul maut ( cinta dunia dan takut mati). Al Qur'an menyamakan orang yang berwatak seperti ini ANJING (PENJILAT). Renungkan ayat berikut:

Allah swt berfirman dalam surah al-A'raaf : 175 - 176;
175. Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian Dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu Dia diikuti oleh syaitan (sampai Dia tergoda), Maka jadilah Dia Termasuk orang-orang yang sesat.

176. Dan kalau Kami menghendaki, Sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi Dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya Dia mengulurkan lidahnya (juga). demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS.al-A'raaf {7}: 175 - 176)

Dan pada ayat lain orang seperti ini disebut sebagai orang munafiq yaitu orang yang sangat keras permusuhannya terhadap penegakan Syari'ah Islam.

Allah swt berfirman (yang artinya),

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu." (QS. An Nisa: 61)

Dan orang-orang yang beriman berkata: "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?" Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. (QS. Muhammad: 20)

"Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka." (QS. Muhammad:25)

Pertanyaan 2

Dalam buku Ustadz, "Virus-Virus Syariat", Ustadz mengatakan bahwa kaum kuffar dari golongan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan kaum Musyrikin dari golongan misionaris, orientalis, kolonialis dan komunis bekerja keras siang dan malam untuk mencapai tujuannya memurtadkan kaum muslimin. Apakah ustadz melihat realita itu pada komentar keras Orientalis Prof. Dr. Martin van Bruinessen dan keberatan Gus Dur dan The World Institute terhadap pencekalan yang menimpa Nasr Hamid Abu Zaid yang telah difatwa kafir murtad oleh ulama Al Azhar Mesir?

Sepertinya ada konspirasi global untuk menghancurkan Islam. Bisa Ustadz jelaskan apa saja rencana jahat mereka dan apa saja langkah-langkah yang mereka lakukan khususnya dinegeri ini?

Jawab

Hal tersebut memang rencana jahat yang mereka usahakan. Orang-orang kafir beserta pengikutnya bersatu padu untuk menghalang-halangi tegaknya syariat Allah. Mereka dengan sengaja mencerai-beraikan kesatuan umat untuk kemudian dimurtadkannya, baik secara langsung maupun dengan cara dirusak cara pandang dan berfikirnya terhadap Islam dan ajarannya, sehingga kita dapat melihat sebagian orang Islam yang berada dalam sistem pemerintahan thaghut ikut mencekal bangkitnya Islam dengan memisahkan antara ummat dangan para ulama'nya sebagaiman contoh yang disebut diatas.Dan Al Qur'an telah memberikan akan terjadinya perbuatan keji dan terhina ini.

Allah swt berfirman,

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al Baqarah: 217)

Dari ayat ini dapat difahami bahwa gerakan pemurtadan adalah program para misionaris,zionis,dan imperialis.

Langkah yang pertama. Ghazwul fikri adalah salah satu metode dalam rangka menjauhkan umat dari agamanya untuk kemudian dimurtadkan. Berbagai macam cara mereka lakukan, diantaranya dengan memalsukan Al-Quran,sudah ada sepuluh surat yang dipalsukan antara lain surah al Muslimun,Al Iman,At Tajassud,Al ‘Usfur,dsb (baca buku virus-virus Syari'ah), propaganda pendeta mengaku haji, upaya memurtadkan kiai ternama ,membentuk dan menyokong semaraknya ajaran-ajaran sesat di Indonesia seperti Al Musadek ngaku Nabi ,Lia Aminudin ngaku malaekat jibriel. Bahkan ada pula tokoh Muslim yang "mendukung" kristenisasi dan lain sebagainya.

Hal ini ditegaskan kembali dalam firman Allah,

"Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al Baqarah: 109)

Langkah keduanya : Membuat rekayasa untuk menzalimi para ulama dan para mujahid penegak Syari'ah dan pada gilirannya akan memerangi ummat Islam dengan kekuatan senjata-senjata mereka.

Untuk data-data selanjutnya baca lebih jauh buku Virus-Virus Syariat hal. 64-77. wallaahu a'lam

Pertanyaan ke3.

Dalam wawancara dengan radio Netherlands, Ketua ISIM (International Institute for the study of Islam in the Modern World), Universitas Utrecth Netherlands Belanda, Prof. Dr. Martin van Bruinessen menuduh yang menjadi biang masalah pencekalan Nasr Hamid Abu Zaid untuk berceramah dinegeri ini adalah karena orang-orang yang berada di Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini selain Ormas-ormas Islam besar, juga ada kelompok garis keras yang salah satunya adalah MMI. Bagaimana pandangan Ustadz?

Jawab:

Orang-orang kafir itu dinakan oleh al Qur'an sebagai binatang yang paling jelek (QS Al Anfal 55).Karakter binatang buas ialah merusak dan berbuat kejahatan.Maka mereka akan terus merusak dan membuat isu-isu jelek kepada Islam dan para ulamanya.Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 109 yang berbunyi, " karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya." Maka biarkan saja apa yang mereka bicarakan, hingga tunggu masa dimana Allah memberikan kemenangan kepada muslimin mujahidin dijalan-Nya. Amin.

Adapun MMI dan organisasi massa Islam yang komitmen dengan penegakan Syari'ah lainnya bukanlah merupakan golongan garis keras melainkan garis lurus sebagaimana diterangkan Allah swt dalam firmanNya,

"dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa." (QS. Al An'am: 153)

Wallaahu a'lam

Pertanyaan 4

Selain tantangan besar berupa konspirasi global menghancurkan Islam, kita juga mendapatkan serangan dari antek-antek musuh didalam negeri. Seberapa besar ancaman tersebut dan apakah lebih berbahaya? Kemudian solusi apa saja yang Ustadz sarankan untuk segera terciptanya Izzul Islam wal Muslimin?

Jawab

Hal ini sangat berbahaya, karena ia akan merusak tatanan aqidah umat yang telah terbangun dan akan menyebabkan perselisihan dan perpecahan di tengah umat yang berkepanjangan dan tiada berujung. Sehingga akan mengakibatkan umat terkotak-kotak dan mudah untuk dipengaruhi oleh mereka yang membenci akan persatuan umat dan kebangkitan Islam.

Renungkan firman Allah swt,

"Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia." (QS. Al Anfaal: 73-74)

Solusi yang dilakukan oleh setiap muslim atau dai adalah,
Menyerukan kepada umat Islam untuk bersatu langkah dan meminimalisir perbedaan pendapat dan menggalang persatuan untuk menegakkan hukum Islam
Memberi penjelasan kepada umat pemahaman agama yang benar dengan mengedepankan sisi maslahat tanpa keluar dari koridor aqidah yang benar.

Menjelaskan kepada kaum muslimin tentang konsep jihad yang benar agar umat tidak salah dalam memaknainya sehingga menjadi momok ditengah-tengah kaum muslimin sendiri.
Para pemimpin organisasi Islam atau suatu jamaah agar membuat fasilitas2 yang dapat mempertemukan alim ulama secara menyeluruh untuk mengagendakan tegaknya syariat dalam Negara, untuk kemaslahatan umat dunia dan akhirat. Dan menepikan kepentingan-kepentingan golongan ataupun pribadi tertentu.

Memberikan pencerahan kepada umat dari setiap lapisan tentang perlunya formalisasi syariat dalam konstitusi Negara. Masing-masing individu muslim yang memiliki kesadaran akan ancaman ini agar mengerahkan seluruh kemampuan untuk menuntut ilmu syari dan memperdalam pemahaman didalamnya dan bersiap siaga dengan perbekalan yang memadai sehingga dapat menyatukan langkah dalam mengantisipasi serangan msuh-musuh Islam.

Wallaahu a'lam

Jumat, 16 Oktober 2009

Menangis




Islam Broadcasting System















MENANGIS



Bismillahirrohmanirrohiim.
Assalam mua'laikum wa rohmatullah wa barokaatu.

Saudara-saudari kami yang semoga selalu disayang oleh Allah swt.

Sungguh terlalu banyak di antara kita yang hatinya sangat mudah tersentuh dan menangis, lantaran dirinya sedang patah hati, atau ketika di tinggal mati oleh orang yang disayanginya.

Apakah salah bila seseorang seperti itu? Tentu saja tidak. Namun akan menjadi ironis apabila ia tidak merasakan apa-apa ketika dia (katanya) sedang "menjumpai" Rabb-nya tercinta. Ada apa gerangan...!?

Sementara kepada orang-orang ataupun benda kesayangannya, ia dapat bersedih karena sayangnya. Padahal benda-benda tersebut paling-paling hanya memberikan kesenangan. Atau orang-orang yang disayanginya itu melakukan pengorbanan (yang benar) sebatas melahirkan, memberi kasih sayang, merawat, membesarkan, mendidik, berbagi suka dan duka, menyalurkan hasrat manusiawi, dan hal-hal lainnya yang sangat sederhana. Itu pun belum tentu dilakukan 100% ikhlas oleh masing-masing pihak. Terbukti di antara mereka yang (katanya) saling menyayangi itu, sangat mungkin berselisih bahkan tidak bertegur sapa.

Namun kepada ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA...!?

Masya Allaah... DIA adalah Dzat Yang 100% Mahapemurah lagi Mahapenyayang. Jangankan kepada kaum muslimin yang (tentu) mencintai-Nya. Kepada orang-orang munafik, kafir, bahkan syirik sekali pun, Allah swt. tetap adil memberikan rahmat-Nya untuk mereka.

Cerdas-kah mereka, tampan-kah, cantik-kah, sehat-kah, pandai berkomunikasi dan bergaul-kah, kaya-kah, terpandang-kah, dan lain sebaginya; Siapakah Yang telah meng-karunia-kan semua itu kepada dirinya? Muncul dengan sendiri? Atau ada juga sebahagian orang yang---naudzubillah---merasa semua itu karena upayanya sendiri, atau karena kecerdasannya. Sungguh ia sangat lupa kepada Yang telah menciptakan otaknya, tangan, kaki, dan bagaimanakah ceritanya sehingga jantungnya dapat berdetak, daranya yang 5 liter itu senantiasa terus di pompa ke otak agar ritme hidupnya dapat stabil...!?

Demi Allah! Hanya Allah subhanahu wa ta'ala Yang punya kewenangan untuk itu semua, dan DIA mengaruniakannya kepada kita dengan CUMA-CUMA, tak pernah mengeluh dan SANGAT SABAR mendapati berbagai bentuk Ingkar yang dilakukan manusia atas Kemuliaan-Nya.

Demi Allah wahai saudara-saudari kami!
Sungguh tiada satu pun yang kita miliki di dalam kehidupan ini, dan seluruhnya GRATIS bersumber dari Allah subhanahu wa ta'ala. Antum mungkin pernah tahu berapa harga isi 1 tabung oksigen dengan lama pemakaian 8 jam itu yang seharga 1,5 juta rupiah. Seberapa kaya-nya-kah seseorang hingga dia sanggup membeli OKSIGEN untuk digunakan seumur hidupnya? Silakan saja dikali-kali sendiri.

Bayangkan-lah itu baru oksigen, sesuatu yang tak tampak namun sangat VITAL bagi kehidupan kita. Maka bagi para menentang dan inkar kepada Allah subhanahu wa ta'ala, silakan antum cari TEMPAT yang BUKAN merupakan CIPTAAN dan Milik-Nya? Jika antum dapat menemukannya, maka silakan antum tinggal dan menetap di sana...

Yaa Allah yaa Shomad, sungguh tubuh ini merinding dan air mata pun mengucur deras.... :'( bila mengingat seluruh bentuk karunia-Mu kepada kami. Ampuni kami yaa Ghofuur... kami terlalu sering melupakan-Mu, dan juga melalaikan segala perintah-Mu...

Yaa Allah yaa Hafizh... Lindungi dan jauhkan-lah kami dari hasut Syaitan serta fitnah dunia. Yaa Mujiib, berikanlah kelapangan dalam hati kami ini agar dapat mencintai-Mu melebihi dari apapun yang pernah kami ketahui ataupun miliki. Sesungguhnya hanya kepada-Mu yaa Allah kami ber-mohon dan kembali...

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya." (QS.al-Baqarah {2}: 165).

Sungguh Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.


Wahai saudara-saudari kami yang dirahmati oleh Allah swt.
Demikian nasihat ini kami sampaikan dengan mengharap ridho dari Allah subhanahu wa ta'ala. Semoga barokah dan dapat bermanfaat, wallahua'lam bish-showab.


Wassalamua'laikum Wr.Wb.
Abi Muhammad Dive.


Sumber dan Gambar lainnya : http://cjdive.multiply.com/photos/album/40